Cara Mengolah Bawang Dayak Sampai Menjadi Obat

Cara Mengolah Bawang Dayak Sampai Menjadi Obat – Saat ini, karena berbagai factor menyebabkan banyak sekali orang mudah terkena penyakit, terutama karena adanya masalah dengan sistem peredaran darah.

Penyumbatan peredaran darah jika tidak diperhatikan dengan serius maka akan menjadi masalah dari munculnya beragam penyakit yang dapat mematikan di kemudian hari.

Penyumbatan pada darah ini pada umumnya disebabkan karena adanya penumpukan kolesterol dalam darah yang jumlahnya tinggi.

Baca Juga : Cara Membuat Forum

Penyumbatan ini akan menyebabkan penyakit lainnya mudah terjangkit seperti penyakit stroke dan juga penyakit jantung.

Penyumbatan darah dalam tingkat parah akan membuat anda terkena dua penyakit mematikan secara sekaligus dan nyawa anda mungkin tidak akan tertolong lagi.

Nah, erat kaitannya dengan penjelasan singkat dari kami tersebut di atas, efek bawang dayak untuk sistem peredaran darah adalah bisa membantu menghancurkan kolesterol yang akan memicu penyumbatan dalam darah tersebut menjadi lebih ringan sehingga tidak akan menimbulkan penyakit – penyakit lainnya di dalam tubuh anda.

Bawang dayak bisa dibudidayakan dalam skala kecil di halaman belakang rumah anda dimana mereka dengan mudah sekali tumbuh subur, lalu anda memanennya jika sudah tiba waktu untuk selanjutnya melalui proses pengolahan pasca panen.

Setelah anda merasa yakin sudah waktunya untuk memanen umbi dari bawang dayak itu, bersihkanlah dari tanah dengan memisahkan tanah basah yang melekat pada bagian akar dan umbi bawang tersebut. Cara kedua adalah membersihkannya dengan menggunakan air mengalir.

Setelah bersih, bawang – bawang tersebut bisa langsung anda konsumsi dalam keadaan segar. Akan tetapi agar lebih tahan lama, anda dapat mengeringkannya secara alami. Namun sebelum masuk ke tahapan pengeringan, umbi bawang terlebih dahulu diiris atau merajangnya.

Proses Pengeringan Bawang Dayak

Setelah bawang tersebut di atas dibersihkan yakni dipisahkan dari sisa tanah basah yang menempel, anda kemudian mengirisnya dalam ukuran yang sama, jangan terlalu tipis. Kenapa ? Agar semua irisan bawang pas dikeringkan, tidak ada yang kering duluan atau tidak ada bagian irisan bawang yang justru menjadi rusak.

Nah setelah proses pengirisan selesai dilakukan, selanjutnya adalah mengeringkannya. Proses pengeringan wajib anda lakukan dengan mengaplikasikan beberapa cara. Pada umumnya pengeringan dilakukan dengan menerapkan cara – cara alami yakni dengan menjemurnya di bawah terik matahari. Akan tetapi jika anda menghendaki akan mengeringkannya dengan menggunakan open atau semacamnya, pastikan suhunya adalah antara 40 – 60 derajat celcius saja.

Proses Pembuatan Bawang Dayak Menjadi Serbuk

Irisan bawan dayaj yang sudah dikeringkan tersebut sebenarnya sudah cukup bagus untuk dikonsumsi langsung untuk pengobatan dan mendapatkan khasiat kesehatan bagi tubuh. Akan tetapi, ada juga yang melanjutkannya pada tahapan lebih lanjut yakni proses penepungan hingga menjadi serbuk halus.

Di pasaran, anda akan dengan mudah menemukan beragam jenis bawang dayak yang dijual termasuk bawang dayak segar serta jenis bawang dayak serbuk. Konsumsi bawang bubuk memang bisa lebih mudah untuk anda lakukan karena hanya perlu menyeduhnya saja dengan air panas layaknya membuat minuman teh dan kopi. Minuman dengan rutin sekali sehari selama anda sakit hingga dirasa sembuh. Bahkan sebagian ada yang memasukannya ke dalam kapsul kosong yang bisa anda pesan di toko – toko obat atau apotik.

Demikianlah langkah – langkah cara mengolah bawang dayak hingga menjadi obat herbal yang mujarab. Beberapa proses lain yang bisa dilakukan saat akan melakukan pengolahan bawang dayak ini memang penting untuk diketahui meskipun sebetulnya bawang dayak paling bagus jika anda konsumsi dalam kondisi segar seperti dibuat jus, campuran salad dan bumbu penyedap lauk pauk teman anda makan nasi.

Selamat mencoba !

Baca Juga : Youtube Plau Button

Updated: 17 Januari 2019 — 11:46 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Media dan Berita Online © 2016 Frontier Theme