Misteri Penemuan Telur Alien di Inggris

telur-alien

Misteri Penemuan Telur Alien di Inggris – Beberapa waktu lalu, masyarakat Inggris dan dunia internasional dikejutkan dengan penemuan telur alien.

Ditambah lagi, beberapa ilmuwan internasional juga menyatakan bahwa keberadaan alien adalah benar adanya, meski bukti masih simpang-siur, pro dan kontra, juga kontroversial.

Sebut saja, seorang ahli fisika bernama Stephen Hawking menjadi salah satu orang yang memilih untuk berada di pihak kontra dengan kebenaraan keberadaan alien ini.

Bahkan, ia lebih percaya pada keberadaan alien dari pada keberadaan Tuhan. Sebab, menurutnya, orang yang memercayai adanya Tuhan, hanyalah orang yang tidak memahami ilmu pengetahuan.

Namun, berbeda dengan ilmuwan lainnya, Brian Cox, ia lebih percaya bahwa alien ada karena sebatas imajinasi manusia tanpa didukung adanya bukti kongkret.

Terlepas dari hal tersebut, telur alien yang membuat warga Inggris gempar itu ternyata bukanlah benar-benar telur alien.

Hal ini bukan berarti mengamini pendapat Brian Cox atau siapapun yang kontra terhadap keberadaan alien, juga bukan berarti menentang pendapat Stephen Hawking, tapi sampai sekarang penelitian secara kongkret baru bisa membuktikan issue ini baru sampai tahap ini saja.

Sebuah benda yang dikira adalah telur alien di Inggris, tepatnya di Taman Nasional Hampshire, Inggris sebenarnya adalah tumbuhan semacam jamur. Namun, jamur ini memiliki daur hidup yang unik.

Jamur biasanya tumbuh dari tanah, namun jamur ini bisa tumbuh di tumpukan dedaunan, kayu yang sudah membusuk, dan bekas tebangan pohon.

Bukan hanya itu, jamur yang biasa disebut octopus stinkhorn ini, memulai daur hidupnya dari bentuk telur.

Setelah itu, barulah ia akan mengeluarkan dirinya yang sebenarnya dengan bentuk semacam tentakel gurita dengan warna merah agak gelap. Tubuh yang berbentuk tentakel berwarna merah ini juga dilapisi dengan semacam lendir berbau busuk, disebut dengan gleba.

Gleba ini memicu perhatian dari lalat, kemudian lalat difungsikan sebagai penyebar sporanya. Ketika jamur mekar, maka tentakel berpisah, seperti kelopak bunga. Namun, ketika masih baru tumbuh, tentakel itu bergabung seperti kuncup.

Jamur yang ditemui biasanya setinggi 4 sampai 6 cm, dan diameternya sekitar 2 sampai 4 cm, namun bisa tumbuh sampai 10 cm. Jamur ini berasal dari Selandia Baru dan Australia, kemudian dibawa ke Eropa sekitar tahun 1914.

Jamur dengan nama latin clathrus archeri ini diklaim tidak beracun, bahkan di beberapa negara, dijadikan sebagai bahan baku makanan lezat.

Meski sebenarnya, jamur ini masih bersaudara dengan jenis jamur beracun yaitu C. Ruber, yang dapat mengakibatkan convulsions, eczema, dan kanker, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca Juga : Fakta Unik Mengenai Menguap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Media dan Berita Online © 2016 Frontier Theme